Apa Itu Risiko dalam Investasi Saham dan Bagaimana Cara Mengelolanya? Panduan Aman Buat Pemula

Jamey

05/15/2025

4
Min Read

Investasi saham memang menjanjikan keuntungan yang menarik. Tapi, seperti kata pepatah, “semakin tinggi potensi untung, semakin besar juga risikonya.” Maka dari itu, penting bagi pemula untuk memahami apa itu risiko saham dan bagaimana cara mengelolanya dengan aman.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang jenis-jenis risiko yang umum terjadi dalam saham dan strategi sederhana untuk mengelolanya agar kamu bisa berinvestasi dengan lebih tenang dan bijak.

1. Apa Itu Risiko dalam Investasi Saham?

Risiko dalam konteks investasi saham adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau hasil yang tidak sesuai harapan akibat perubahan kondisi pasar, ekonomi, atau perusahaan itu sendiri.

Contoh sederhana: Kamu beli saham seharga Rp1.000 per lembar, lalu harganya turun jadi Rp800. Artinya, kamu mengalami penurunan nilai investasi sebesar 20%.

2. Jenis-Jenis Risiko dalam Saham

Berikut adalah beberapa risiko yang perlu kamu pahami sebagai investor saham pemula:

a. Risiko Pasar

Harga saham bisa turun karena kondisi pasar secara keseluruhan memburuk. Misalnya, karena krisis ekonomi, perang, pandemi, atau perubahan kebijakan pemerintah.

b. Risiko Perusahaan

Ini terjadi jika kinerja perusahaan yang kamu beli sahamnya menurun. Mungkin karena manajemen buruk, utang terlalu besar, atau bisnisnya kalah saing.

c. Risiko Likuiditas

Beberapa saham sulit dijual karena tidak banyak orang yang mau beli (saham tidak likuid). Kalau kamu buru-buru butuh uang, menjual saham jenis ini bisa sulit atau rugi besar.

d. Risiko Emosional

Risiko ini datang dari diri sendiri. Banyak pemula yang panik saat harga turun lalu jual rugi, atau terlalu serakah saat harga naik lalu beli terlalu banyak tanpa perhitungan.

3. Strategi Mengelola Risiko Saham untuk Pemula

Risiko tidak bisa dihilangkan, tapi bisa dikelola agar tidak mengganggu tujuan investasi kamu. Berikut ini strategi yang bisa kamu lakukan:

a. Pahami Saham yang Kamu Beli

Jangan beli saham hanya karena ikut-ikutan atau karena viral. Pelajari dulu bisnisnya, siapa pemiliknya, dan seperti apa prospeknya ke depan.

Tips: Fokus pada perusahaan yang produknya kamu pakai atau yang sering muncul di berita bisnis positif.

b. Gunakan Uang Dingin

Uang dingin adalah uang yang tidak akan kamu pakai dalam waktu dekat. Jangan pakai uang belanja, uang cicilan, atau dana darurat untuk beli saham.

Tujuan pakai uang dingin adalah supaya kamu nggak panik saat harga saham turun, karena kamu memang tidak butuh uang itu sekarang.

c. Diversifikasi (Jangan Taruh Semua Telur di Satu Keranjang)

Jangan beli hanya satu saham. Sebaiknya kamu punya 3–5 saham dari sektor berbeda agar kalau salah satu turun, yang lain bisa menopang.

Contoh: Gabungkan saham dari sektor perbankan (seperti BBCA), konsumsi (UNVR), dan telekomunikasi (TLKM).

d. Investasi Bertahap (Dollar Cost Averaging)

Daripada beli saham dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik beli sedikit-sedikit tapi rutin. Misalnya beli Rp500.000 setiap bulan di saham yang sama.

Dengan cara ini, kamu bisa dapat harga rata-rata dan menghindari risiko beli di harga puncak.

e. Tentukan Batas Rugi dan Target Untung

Tentukan sejak awal:

  • Cut loss: misalnya kalau saham turun 10%, kamu akan jual dan belajar dari kesalahan.
  • Take profit: misalnya jika untung 20–30%, kamu akan pertimbangkan jual sebagian.

Tujuannya supaya kamu tidak terbawa emosi saat harga bergerak ekstrem.

4. Risiko Bisa Jadi Teman Kalau Kamu Paham

Risiko sebenarnya tidak harus ditakuti. Justru dengan memahami dan mengelola risiko, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih bijak.

Analoginya: Berkendara motor juga berisiko. Tapi dengan pakai helm, patuh aturan, dan berhati-hati, kamu tetap bisa sampai tujuan dengan aman.

Kesimpulan

Setiap investasi pasti ada risikonya, termasuk saham. Tapi bukan berarti kamu harus takut. Dengan pengetahuan yang cukup dan strategi yang tepat, kamu bisa mengelola risiko dan tetap meraih hasil terbaik.

Mulailah dengan belajar, gunakan uang dingin, lakukan diversifikasi, dan jangan buru-buru ambil keputusan saat pasar naik atau turun.

Di artikel selanjutnya, kita akan bahas: “Apa Itu Dividen? Cara Kerja dan Cara Dapat Cuan dari Dividen Saham”. Artikel ini akan bantu kamu memahami sumber penghasilan pasif dari saham yang jarang dibahas oleh pemula.

Related Post