PT Medco Energi Internasional Tbk (kode saham: MEDC) adalah salah satu perusahaan energi swasta terbesar di Indonesia. Berbeda dengan PTBA atau ADRO yang fokus di batu bara, MEDC bergerak di sektor migas (minyak & gas) sekaligus energi terbarukan. Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan energi terpadu dengan portofolio bisnis mulai dari eksplorasi, produksi migas, hingga pembangkit listrik.
Profil Perusahaan
- Nama Perusahaan: PT Medco Energi Internasional Tbk
- Kode Saham: MEDC
- Didirikan: 9 Juni 1980
- Tanggal IPO: 12 Oktober 1994
- Sektor: Energi
- Industri: Minyak, Gas, dan Energi Terbarukan
- Jumlah Saham Beredar: ±25,6 miliar lembar
- Kapitalisasi Pasar: ±Rp 52 triliun (per Juli 2025)
- Pemegang Saham Utama: PT Medco Daya Abadi Lestari (50,7%), Publik (49,3%)
- Direktur Utama: Hilmi Panigoro
- Komisaris Utama: Muhammad Lutfi
- Anak Usaha: Medco E&P Indonesia, Amman Mineral Internasional (melalui kepemilikan saham), Medco Power Indonesia
- Situs Web Resmi: www.medcoenergi.com
Kinerja Keuangan 2024
- Pendapatan: ±US$ 2,6 miliar (setara Rp 41 triliun)
- Laba Bersih: ±US$ 360 juta (sekitar Rp 5,6 triliun)
- Produksi Migas: ±160 ribu barel setara minyak per hari (boepd)
- Kontribusi Listrik: ±15% dari total pendapatan melalui Medco Power
Catatan: Kinerja MEDC sangat dipengaruhi harga minyak dunia (Brent & WTI). Saat harga minyak tinggi, laba melonjak; sebaliknya saat turun, profit bisa tertekan.
Dividen dan Rasio Keuangan
- Dividen Tunai 2024: Rp 150 per saham
- Dividend Yield: ±2% (lebih kecil dibanding PTBA, karena MEDC lebih fokus ekspansi)
- P/E Ratio: ±8x
- P/BV: ±1,4x
- ROE (Return on Equity): ±15%
- Debt to Equity Ratio (DER): ±1,2x (cukup tinggi karena bisnis migas padat modal)
Strategi dan Prospek
- Diversifikasi Bisnis: MEDC tidak hanya di migas, tetapi juga energi terbarukan melalui Medco Power (PLTP, PLTS, dan PLTA).
- Amman Mineral: MEDC memiliki saham di AMMN, perusahaan tambang tembaga & emas raksasa. Kontribusi dari AMMN juga memperkuat kinerja grup.
- Transisi Energi: Meski migas tetap jadi bisnis utama, MEDC punya strategi jangka panjang masuk ke energi hijau.
- Harga Minyak Dunia: Prospek MEDC sangat dipengaruhi tren harga minyak global. Jika harga stabil di atas US$70/barel, MEDC berpotensi cetak laba tinggi.
Rekomendasi
MEDC cocok untuk investor yang mencari eksposur ke sektor minyak dan gas, dengan bonus diversifikasi ke energi terbarukan dan tambang tembaga (via AMMN). Namun, karena utang relatif tinggi dan kinerja sensitif terhadap harga minyak, saham ini lebih cocok untuk investor dengan profil risiko menengah–tinggi.
Kesimpulan
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) adalah pemain utama energi Indonesia di sektor migas dan energi terbarukan. Dengan diversifikasi ke listrik dan tambang mineral, MEDC menawarkan prospek menarik, meski risikonya cukup besar mengikuti fluktuasi harga komoditas global. Untuk jangka panjang, MEDC bisa jadi pilihan menarik, terutama bagi investor yang percaya transisi energi akan memberi peluang besar bagi perusahaan ini.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan rekomendasi beli atau jual saham. Pastikan selalu analisis mandiri sebelum berinvestasi.








