Pernah dengar berita soal perusahaan yang “go public” dan sahamnya langsung laris manis saat pertama kali dijual? Nah, itulah yang disebut dengan IPO alias Initial Public Offering.
IPO sering kali menarik perhatian investor pemula maupun berpengalaman karena bisa menjadi peluang meraih cuan besar dalam waktu singkat. Tapi, di balik potensi keuntungannya, ada juga risiko yang harus kamu pahami.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu IPO, bagaimana prosesnya, cara ikut serta dalam IPO, hingga strategi agar tidak salah langkah.
1. Apa Itu IPO?
IPO (Initial Public Offering) adalah proses saat sebuah perusahaan pertama kali menjual sahamnya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, perusahaan tersebut berubah status dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka (Tbk.).
Dengan IPO, masyarakat umum termasuk kamu sebagai investor bisa membeli saham perusahaan tersebut untuk pertama kalinya.
Contoh IPO: Saat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi melantai di bursa pada April 2022, itulah momen IPO-nya. Saham GoTo dijual ke publik untuk pertama kalinya.
2. Tujuan Perusahaan Melakukan IPO
Kenapa perusahaan mau repot-repot go public? Ini beberapa alasannya:
- Mengumpulkan dana untuk ekspansi bisnis, bayar utang, atau investasi
- Meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan di mata publik dan investor
- Membuka peluang bagi pemilik lama untuk menjual sebagian sahamnya
- Mengajak masyarakat ikut memiliki perusahaan tersebut
3. Proses IPO: Dari Perusahaan ke Bursa
Sebelum IPO, perusahaan harus melalui proses panjang. Berikut tahapan utamanya secara sederhana:
- Persiapan Dokumen: Perusahaan menunjuk penjamin emisi (underwriter), menyiapkan laporan keuangan, dan melakukan audit.
- Pengajuan ke OJK: Perusahaan mengajukan prospektus awal ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI untuk disetujui.
- Masa Penawaran Umum: Setelah disetujui, perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik (biasanya selama 3-5 hari).
- Pencatatan Saham: Setelah IPO selesai, saham dicatatkan di BEI dan mulai diperdagangkan di pasar sekunder.
4. Apa Itu Masa Penawaran Umum dan Book Building?
Saat IPO, investor bisa ikut membeli saham dalam dua fase penting:
- Book Building: Fase awal untuk menentukan kisaran harga saham IPO berdasarkan minat pasar.
- Masa Penawaran Umum: Fase di mana investor ritel bisa memesan saham IPO secara resmi lewat aplikasi sekuritas.
Kalau kamu ingin ikut IPO, kamu harus memesan saham pada masa penawaran umum ini.
5. Cara Ikut serta dalam IPO
Ikut IPO sekarang bisa dilakukan dengan mudah lewat aplikasi sekuritas. Berikut langkah-langkah umum:
- Buka akun saham di perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan IPO
- Pilih menu e-IPO atau “Penawaran Saham Perdana” di aplikasi
- Lihat daftar saham IPO yang tersedia, lalu baca prospektusnya
- Tentukan jumlah lembar saham yang ingin kamu pesan
- Transfer dana sesuai jumlah pemesanan
- Tunggu hasil alokasi saham yang diumumkan beberapa hari setelah masa penawaran selesai
Situs resmi untuk e-IPO juga bisa diakses di e-ipo.co.id
6. Kelebihan dan Kekurangan Investasi di IPO
Kelebihan:
- Harga IPO biasanya lebih murah karena belum dipengaruhi pasar
- Potensi cuan tinggi saat listing pertama jika antusiasme besar
- Bisa dapat saham perusahaan besar sejak awal
Kekurangan:
- Tidak semua IPO langsung naik, bisa turun drastis (fluktuasi tinggi)
- Belum ada riwayat harga, jadi lebih sulit dianalisis
- Alokasi saham bisa tidak penuh jika banyak peminat
7. Tips Ikut IPO Agar Tidak Salah Langkah
- Baca prospektus: Cari tahu latar belakang, laporan keuangan, dan rencana penggunaan dana IPO
- Lihat reputasi underwriter: Penjamin emisi terpercaya biasanya menangani IPO perusahaan berkualitas
- Waspadai hype berlebihan: Jangan ikut-ikutan tanpa tahu isi perusahaan
- Gunakan dana dingin: IPO punya risiko, jadi jangan pakai uang kebutuhan pokok
8. Apakah Semua Investor Bisa Ikut IPO?
Ya, semua investor ritel bisa ikut serta selama memiliki akun saham dan terdaftar di sistem e-IPO. Tidak ada batasan usia atau status pekerjaan, asalkan memenuhi syarat administratif dari sekuritas.
Kesimpulan
IPO adalah gerbang masuk sebuah perusahaan ke dunia investasi publik. Sebagai investor, kamu bisa ikut dari awal dan berpotensi mendapatkan keuntungan besar jika memilih dengan bijak.
Tapi ingat, setiap peluang datang dengan risiko. Kuncinya adalah belajar, membaca prospektus, dan tidak terburu-buru mengejar cuan tanpa analisa.
Saran PundiPundi: Gunakan IPO sebagai alat diversifikasi, bukan satu-satunya sumber keuntungan. Dan selalu gunakan dana yang siap kamu tanggung risikonya.
Di artikel selanjutnya, kita akan membahas: “Apa Itu Saham Blue Chip? Ciri-Ciri dan Kenapa Banyak Investor Pemula Memilihnya”.
Nantikan terus artikel edukasi saham lainnya hanya di PundiPundi.com. Yuk, belajar bareng dan tumbuh jadi investor cerdas!








