Kenapa Banyak Orang Ingin Investasi Saham? Ini Alasan, Keuntungan, dan Risikonya yang Perlu Kamu Tahu

Pundi Pundi

05/15/2025

3
Min Read

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi saham makin populer di kalangan anak muda maupun pekerja pemula. Mungkin kamu juga mulai penasaran: kenapa sih banyak orang tertarik investasi saham? Apa keuntungannya? Apa risikonya? Cocokkah untuk aku?

Artikel ini akan membahas semua alasan di balik popularitas saham, beserta kelebihan dan kekurangannya. Disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siapa saja, termasuk kamu yang baru belajar investasi.

1. Potensi Keuntungan yang Lebih Tinggi

Salah satu alasan utama orang berinvestasi saham adalah karena potensinya memberi keuntungan lebih besar dibanding tabungan atau deposito.

Contoh: Tabungan biasa hanya memberi bunga sekitar 0,5%–1% per tahun.
Saham bisa memberikan imbal hasil 10% bahkan lebih dalam setahun, tergantung kondisi pasar dan strategi kamu.

Catatan: Keuntungan tinggi juga berarti risikonya lebih besar.

2. Bisa Dimulai dengan Modal Kecil

Dulu, saham identik dengan orang kaya. Tapi sekarang, kamu bisa mulai investasi saham hanya dengan Rp100.000 atau bahkan kurang, tergantung harga saham yang kamu beli. Ini membuat saham makin terjangkau untuk semua kalangan.

3. Menjadi Pemilik Perusahaan Besar

Dengan membeli saham, kamu jadi pemilik sebagian dari perusahaan-perusahaan besar seperti Bank BCA, Telkom, Unilever, dan lainnya. Seru, kan? Kamu bukan cuma jadi konsumen, tapi juga pemiliknya.

Misalnya kamu suka beli produk Indomie, dan kamu beli saham Indofood. Secara tidak langsung, kamu jadi bagian dari pemilik perusahaan pembuat Indomie!

4. Saham Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Banyak orang menggunakan saham sebagai alat untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti:

  • Persiapan dana pensiun
  • Biaya pendidikan anak
  • Liburan besar atau beli rumah di masa depan

Saham sangat cocok untuk tujuan-tujuan yang waktunya di atas 5 tahun karena fluktuasi harga bisa naik-turun dalam jangka pendek, tapi cenderung naik dalam jangka panjang.

5. Investasi Bisa Dilakukan Online, Praktis!

Kamu nggak perlu datang ke kantor sekuritas atau punya komputer canggih. Cukup punya HP dan koneksi internet. Dengan aplikasi seperti Ajaib, Bibit, atau Stockbit, kamu bisa daftar, setor dana, dan beli saham langsung dari rumah.

6. Bisa Dapat Dividen (Bonus Tahunan)

Beberapa perusahaan rutin membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Ini semacam “bonus” dari keuntungan perusahaan. Dividen bisa kamu pakai atau ditabung lagi untuk beli saham tambahan.

Risiko Investasi Saham: Jangan Cuma Lihat Untungnya

Meski banyak keuntungan, saham juga punya risiko. Dan ini penting kamu pahami sejak awal:

  • Harga saham bisa turun sewaktu-waktu karena berita buruk, kinerja perusahaan menurun, atau krisis ekonomi.
  • Tidak semua saham membagikan dividen.
  • Bisa panik saat harga turun dan jual rugi kalau belum paham cara kerjanya.

Makanya, penting banget belajar pelan-pelan, jangan tergoda untung instan. Investasi saham itu seperti menanam pohon, bukan sulap.

Apakah Saham Cocok untuk Kamu?

Saham bisa cocok untuk kamu kalau:

  • Kamu punya dana nganggur (bukan uang kebutuhan pokok)
  • Kamu siap belajar dan sabar menunggu hasilnya
  • Kamu tidak takut dengan naik-turunnya harga (volatilitas)

Tapi jika kamu butuh uang dalam waktu dekat, atau tidak nyaman melihat harga naik-turun, lebih baik pertimbangkan investasi lain yang lebih stabil seperti reksa dana pasar uang.

Kesimpulan

Banyak orang tertarik investasi saham karena potensi untungnya besar, bisa dimulai dengan modal kecil, dan kini semakin mudah dilakukan secara online. Tapi saham juga punya risiko yang harus dipahami.

Setelah tahu alasannya, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara memilih saham pertama kamu. Di artikel selanjutnya, kita akan bahas panduan memilih saham yang cocok untuk pemula.

Yuk terus belajar bareng PundiPundi.com, supaya investasi saham kamu makin mantap!

Related Post