Banyak investor pemula bingung kapan waktu yang tepat untuk menjual atau justru
menambah investasi di reksa dana. Apakah harus menunggu saat untung? Atau sebaiknya beli ketika harga turun?
Jawabannya sebenarnya tergantung pada beberapa faktor, seperti tujuan investasi, kondisi pasar, dan profil risiko kamu.
Nah, di artikel ini kita akan bahas secara lengkap dan mudah dimengerti, agar kamu bisa mengambil keputusan dengan percaya diri!
1. Kapan Harus Menambah Investasi di Reksa Dana?
Menambah investasi artinya kamu membeli lagi unit reksa dana yang sudah kamu miliki. Ini bisa menjadi langkah cerdas,
terutama kalau kamu menerapkan strategi investasi rutin seperti Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli secara berkala tanpa melihat kondisi pasar.
A. Saat Harga Unit Turun
Banyak investor justru takut membeli saat harga turun. Padahal, ini bisa jadi peluang!
Ketika harga turun, kamu bisa dapat unit lebih banyak dengan nominal investasi yang sama.
Contoh:
- Bulan lalu: NAB/UP = Rp1.200 → kamu dapat 83,3 unit dari Rp100.000
- Bulan ini: NAB/UP = Rp1.000 → kamu dapat 100 unit dari Rp100.000
Dalam jangka panjang, ini bisa menurunkan rata-rata harga beli kamu, dan meningkatkan potensi keuntungan saat pasar naik lagi.
B. Saat Ada Dana Tambahan (Bonus, THR, dll)
Menambah investasi saat kamu menerima penghasilan tambahan seperti THR, bonus akhir tahun, atau komisi proyek adalah langkah yang bijak,
apalagi kalau tujuan keuanganmu masih jauh (misalnya untuk dana pendidikan anak atau dana pensiun).
C. Ketika Tujuan Investasi Belum Tercapai
Kalau kamu masih jauh dari target dana yang ingin dicapai, maka menambah investasi secara berkala akan sangat membantu.
Gunakan kalkulator investasi untuk memproyeksikan berapa besar yang perlu kamu tambah.
D. Ketika Kinerja Reksa Dana Konsisten Baik
Kalau reksa dana kamu menunjukkan performa yang stabil dan sesuai dengan ekspektasi (lebih baik dari benchmark atau sejenis),
ini bisa jadi sinyal bagus untuk menambah dana.
2. Kapan Harus Menjual Reksa Dana?
Menjual reksa dana bukan berarti kamu gagal atau rugi. Ada waktu-waktu tertentu yang justru ideal untuk mencairkan dana.
Yang penting, jangan panik dan jual hanya karena ikut-ikutan.
A. Saat Tujuan Keuangan Sudah Tercapai
Kalau kamu investasi untuk tujuan tertentu (misalnya beli rumah dalam 3 tahun) dan dana sudah cukup,
ini waktu yang tepat untuk mencairkan, terutama kalau kamu butuh dananya dalam waktu dekat.
B. Saat Kondisi Keuangan Mendesak
Reksa dana bisa jadi cadangan darurat. Kalau kamu menghadapi situasi darurat seperti PHK, biaya rumah sakit,
atau kebutuhan keluarga yang mendesak, sah-sah saja mencairkan sebagian reksa dana.
C. Jika Kinerja Reksa Dana Buruk dalam Waktu Lama
Turun sesekali itu wajar. Tapi kalau reksa dana kamu terus menunjukkan performa buruk selama 1–2 tahun,
bahkan kalah jauh dari benchmark dan reksa dana sejenis, mungkin saatnya evaluasi dan pindah ke produk lain.
D. Ketika Strategi atau Tujuan Investasi Berubah
Misalnya kamu awalnya ingin investasi jangka panjang, tapi sekarang ingin mengalihkan ke instrumen yang lebih aman
karena mendekati pensiun. Dalam kasus ini, menjual reksa dana saham dan pindah ke pasar uang bisa jadi pilihan tepat.
E. Ketika Manajer Investasi Tidak Kredibel
Jika ada berita atau indikasi bahwa manajer investasi tidak transparan, bermasalah hukum, atau tidak lagi sesuai dengan prinsip kamu,
tidak ada salahnya memindahkan dana ke produk lain yang lebih terpercaya.
3. Tips Tambahan Sebelum Menjual atau Menambah Investasi
- Jangan bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi harian. Fokus pada tren jangka panjang.
- Cek laporan kinerja rutin setiap 3–6 bulan, bukan setiap minggu.
- Pahami profil risiko kamu. Jangan ambil keputusan hanya karena ikut teman atau panik.
- Konsultasi dengan perencana keuangan jika ragu mengambil keputusan.
Kesimpulan
Menentukan kapan harus jual atau menambah investasi di reksa dana adalah bagian penting dari strategi investasi.
Tidak ada waktu yang “pasti benar”, tapi dengan memahami tujuan, kondisi pasar, dan performa reksa dana,
kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan sesuai kebutuhan.
Ingat, investasi yang baik adalah investasi yang sesuai dengan rencana dan tujuan hidupmu, bukan hanya soal untung sesaat.








