Apa Itu NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan Kenapa Penting untuk Investor Reksa Dana?

Jamey

05/01/2025

3
Min Read

Saat kamu mulai menjelajahi dunia reksa dana, pasti kamu sering menemukan istilah NAB atau Nilai Aktiva Bersih.
Tapi, apa sebenarnya NAB itu? Kenapa semua orang menyarankan kamu untuk memperhatikan NAB sebelum membeli reksa dana?

Tenang, artikel ini akan membahas NAB secara lengkap tapi tetap dengan bahasa yang santai dan mudah dimengerti.
Cocok banget buat kamu yang baru mulai investasi reksa dana.

Apa Itu NAB (Nilai Aktiva Bersih)?

NAB adalah jumlah total kekayaan bersih dari suatu reksa dana setelah dikurangi biaya-biaya operasional.

Ibaratnya, NAB adalah total “isi dompet” dari sebuah reksa dana yang dikumpulkan dari seluruh dana investor, ditambah hasil investasi, lalu dikurangi biaya.

Rumus sederhananya:

NAB = Total Aset Reksa Dana – Total Kewajiban

Total aset bisa berupa saham, obligasi, deposito, atau instrumen lain yang dibeli oleh manajer investasi menggunakan uang investor.
Kewajiban bisa berupa biaya operasional, pajak, atau biaya pengelolaan.

Apa Itu NAB per Unit?

Nah, NAB per unit adalah harga per unit penyertaan dari reksa dana.
Setiap kali kamu beli reksa dana, kamu membeli sejumlah unit, bukan lembar saham.

Rumus NAB per unit:

NAB per unit = NAB total / Jumlah unit yang beredar

Contohnya, jika NAB total adalah Rp10 miliar dan jumlah unit yang beredar adalah 10 juta unit, maka NAB per unit = Rp1.000.

Apakah NAB per Unit Mempengaruhi Harga?

Banyak pemula mengira NAB per unit yang kecil berarti “murah”, dan yang besar berarti “mahal”.
Padahal itu salah kaprah. NAB per unit bukan indikator mahal atau murahnya suatu reksa dana.

Kenapa? Karena NAB per unit tidak mencerminkan potensi keuntungan.
NAB per unit yang tinggi hanya menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah lama berjalan atau memiliki performa yang baik di masa lalu.

Ingat: Fokuslah pada kinerja (return), bukan hanya angka NAB-nya.

Bagaimana NAB Bisa Naik atau Turun?

NAB bisa berubah setiap hari tergantung dari:

  • Harga saham atau obligasi yang dimiliki oleh reksa dana
  • Biaya pengelolaan yang dikurangkan
  • Hasil investasi seperti dividen atau bunga

Jika nilai aset reksa dana meningkat (misalnya harga saham naik), maka NAB juga akan naik.
Sebaliknya, kalau nilai investasinya turun, NAB juga ikut turun.

Kenapa NAB Penting untuk Diperhatikan?

NAB punya beberapa peran penting untuk kamu sebagai investor, antara lain:

  • Menentukan jumlah unit yang kamu dapatkan saat membeli
    – Misalnya kamu beli reksa dana sebesar Rp500.000, dan NAB per unit-nya Rp1.000, maka kamu akan dapat 500 unit.
  • Menjadi patokan nilai investasi kamu saat ini
    – Jika NAB naik jadi Rp1.200, maka nilai investasimu naik menjadi Rp600.000 (500 unit × Rp1.200).
  • Digunakan untuk menghitung return atau imbal hasil
    – Kenaikan NAB dari waktu ke waktu menunjukkan performa reksa dana tersebut.

Bagaimana Melihat NAB?

Kamu bisa melihat NAB harian di berbagai aplikasi reksa dana atau website resmi manajer investasi.
Biasanya akan ditampilkan grafik perkembangan NAB per unit dalam periode 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, dan seterusnya.

Tips Membaca NAB Bagi Pemula

  • Jangan jadikan NAB per unit sebagai dasar memilih reksa dana
  • Perhatikan trennya: apakah NAB cenderung naik stabil?
  • Cek performa reksa dana berdasarkan persentase return, bukan angka NAB
  • Selalu bandingkan NAB antar produk sejenis

Kesimpulan

NAB (Nilai Aktiva Bersih) adalah indikator penting yang mencerminkan nilai total kekayaan reksa dana.
NAB per unit menunjukkan harga satuan reksa dana yang kamu beli.

Meski terlihat teknis, NAB sebenarnya bisa sangat membantu kamu memahami bagaimana investasimu berkembang.
Kuncinya: jangan terjebak pada angka NAB per unit, tapi lihat kinerja keseluruhan dan kesesuaian dengan tujuan keuanganmu.

Mulai sekarang, jangan lewatkan info NAB saat mau investasi ya. Semakin paham, semakin percaya diri!

Related Post