Setelah tahu apa itu saham, cara kerjanya, dan kenapa banyak orang tertarik, sekarang saatnya kamu mulai praktek: milih saham pertama untuk dibeli!
Tapi pertanyaannya: “Saham apa yang bagus buat pemula?”. Tenang, di artikel ini kita bahas langkah demi langkah cara memilih saham pertama yang cocok buat kamu yang baru mulai, tanpa perlu pusing mikir rumus-rumus sulit.
1. Tentukan Tujuan Investasi Kamu Dulu
Sebelum pilih saham, kamu harus tahu dulu: buat apa kamu investasi?
- Kalau untuk jangka panjang (di atas 5 tahun), kamu bisa pilih saham perusahaan besar yang stabil.
- Kalau ingin coba-coba sambil belajar, bisa mulai dari nominal kecil dulu sambil belajar analisa.
Contoh: Kamu investasi untuk dana pensiun 20 tahun lagi, berarti kamu bisa cari saham yang rutin untung dan rajin bagi dividen.
2. Fokus pada Saham Blue Chip
Saham blue chip adalah saham dari perusahaan besar, mapan, dan punya kinerja bagus selama bertahun-tahun. Biasanya ada di daftar IDX30 atau LQ45 di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa contoh saham blue chip di Indonesia:
- BBCA (Bank Central Asia)
- TLKM (Telkom Indonesia)
- UNVR (Unilever Indonesia)
- ASII (Astra International)
- BMRI (Bank Mandiri)
Kenapa mulai dari blue chip?
- Risikonya relatif lebih rendah
- Lebih stabil dalam jangka panjang
- Cocok buat belajar karena pergerakan harganya tidak terlalu ekstrem
3. Periksa Kinerja dan Laporan Keuangannya
Sebagai pemula, kamu tidak perlu jadi ahli analisa keuangan. Cukup perhatikan hal-hal dasar seperti:
- Apakah perusahaan rutin untung dalam 3–5 tahun terakhir?
- Apakah utangnya tidak terlalu besar?
- Apakah perusahaan masih berkembang dan punya prospek bagus ke depan?
Kamu bisa lihat data ini di aplikasi saham seperti Stockbit, Ajaib, atau langsung di website Bursa Efek Indonesia (idx.co.id).
4. Cari Perusahaan yang Produknya Kamu Kenal
Salah satu cara paling mudah memilih saham adalah mulai dari perusahaan yang produknya kamu pakai setiap hari.
Contoh:
- Suka pakai Indomie? Cek saham ICBP (Indofood CBP)
- Pakai layanan Telkomsel? Cek saham TLKM
- Sering belanja di Indomaret? Cek saham dari induk perusahaannya (DNET)
Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah memahami bisnisnya karena sudah akrab dengan produknya.
5. Jangan Tergoda Saham yang Lagi Viral
Banyak pemula tergoda beli saham hanya karena ramai di media sosial atau grup WA. Hati-hati, karena saham yang naik karena “gorengan” bisa turun lagi dengan cepat.
Kalau kamu belum paham risikonya, lebih baik hindari saham-saham yang pergerakannya ekstrem tanpa alasan jelas.
6. Gunakan Fitur Watchlist dan Simulasi
Belum yakin mau beli saham yang mana? Coba pakai fitur watchlist di aplikasi saham. Kamu bisa pantau pergerakan harganya dulu tanpa beli. Beberapa aplikasi juga punya simulasi trading untuk belajar tanpa uang sungguhan.
7. Mulai dari Jumlah Kecil
Kamu tidak perlu langsung beli banyak. Bisa mulai dari 1 lot (100 lembar saham). Misalnya saham seharga Rp1.000 per lembar, artinya kamu cukup siapkan Rp100.000.
Tujuan awal bukan cari untung besar, tapi belajar cara kerjanya.
Kesimpulan
Memilih saham pertama tidak harus sulit. Fokus saja pada:
- Saham dari perusahaan besar dan stabil (blue chip)
- Yang produknya kamu kenal
- Dengan kinerja keuangan yang sehat
- Dan yang sesuai dengan tujuan investasimu
Ingat, investasi itu maraton, bukan sprint. Lebih baik belajar pelan-pelan tapi konsisten.
Di artikel selanjutnya, kita akan bahas: “Apa Itu Risiko dalam Investasi Saham dan Bagaimana Cara Mengelolanya?”
Tetap semangat belajar bersama PundiPundi.com!


