PT Bukit Asam Tbk (kode saham: PTBA) adalah salah satu perusahaan tambang batu bara tertua dan terbesar di Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari holding BUMN tambang, yaitu MIND ID (Mining Industry Indonesia). Batu bara produksi PTBA digunakan baik untuk pasar domestik (khususnya pembangkit listrik PLN) maupun diekspor ke berbagai negara di Asia.
Profil Perusahaan
- Nama Perusahaan: PT Bukit Asam Tbk
- Kode Saham: PTBA
- Didirikan: 2 Maret 1981
- Tanggal IPO: 23 Desember 2002
- Sektor: Energi
- Industri: Pertambangan Batu Bara
- Jumlah Saham Beredar: ±11,52 miliar lembar
- Kapitalisasi Pasar: ±Rp 53 triliun (per Juli 2025)
- Pemegang Saham Utama: MIND ID (65,9%), Publik (34,1%)
- Direktur Utama: Arsal Ismail
- Komisaris Utama: Agus Suhartono
- Anak Usaha: PT Bukit Pembangkit Innovative, PT Internasional Prima Coal, dan lainnya
- Situs Web Resmi: www.ptba.co.id
Kinerja Keuangan 2024
- Pendapatan: ±Rp 36,8 triliun (turun dari 2023 akibat penurunan harga batu bara global)
- Laba Bersih: ±Rp 5,8 triliun
- Margin Laba Bersih: ±15,7%
- Total Aset: ±Rp 38,1 triliun
- Ekspor: Kontribusi ekspor mencapai ±36% dari total penjualan
Dividen dan Rasio Keuangan
- Dividen Tunai 2025: Rp 396 per saham (total sekitar Rp 4,5 triliun)
- Dividend Yield: ±9% (salah satu tertinggi di BEI)
- Payout Ratio: ±80% dari laba bersih
- P/E Ratio: ±9x
- P/BV: ±1,5x
- ROE (Return on Equity): ±18%
- Debt to Equity Ratio (DER): sangat rendah, perusahaan nyaris tanpa utang
Strategi dan Prospek
Meski batu bara dianggap sebagai energi fosil yang akan berkurang penggunaannya di masa depan, PTBA tetap memiliki prospek menarik dalam jangka menengah. Perusahaan mengembangkan hilirisasi batu bara seperti gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi LPG. PTBA juga aktif dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sedang melakukan diversifikasi ke energi baru dan terbarukan.
Dengan cadangan batu bara besar (lebih dari 3 miliar ton) dan infrastruktur sendiri (kereta & pelabuhan), PTBA memiliki daya saing yang kuat, terutama dalam efisiensi biaya dan pengiriman.
Rekomendasi
PTBA cocok untuk investor yang mengutamakan dividen tinggi dan stabilitas pendapatan. Harga saham cenderung tertekan saat harga batu bara global melemah, namun tetap menarik untuk investor jangka menengah-panjang karena manajemen kas yang baik, bisnis yang solid, dan strategi diversifikasi ke energi terbarukan.
Kesimpulan
PT Bukit Asam Tbk adalah emiten batu bara milik negara yang kuat secara fundamental dan sangat ramah dividen. Meski sektor energi fosil menghadapi tantangan global, PTBA menunjukkan komitmen adaptif melalui pengembangan energi baru dan hilirisasi batu bara. Bagi investor yang mencari kombinasi antara pendapatan pasif (dividen) dan eksposur terhadap sektor energi, PTBA adalah pilihan menarik.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk keperluan edukasi. Informasi dapat berubah sesuai laporan keuangan resmi, aksi korporasi, dan kondisi pasar. Selalu lakukan riset tambahan melalui situs resmi emiten dan BEI sebelum mengambil keputusan investasi.








