PT Bank BTPN Tbk (kode saham: BTPN), kini bertransformasi menjadi SMBC Indonesia, adalah bank komersial dengan kekuatan di segmen pensiunan, mikro, dan NWU melalui produk Jenius. Sejak bergabung dengan SMBC Group Jepang pada 2019, BTPN menyusun strategi untuk memperluas layanan digital dan membidik segmen mass affluent serta korporasi.
Profil Perusahaan
- Nama Perusahaan: PT Bank BTPN Tbk (SMBC Indonesia)
- Kode Saham: BTPN
- Didirikan: 1958 (sebagai Bank Pegawai Pensiunan Militer), resmi menjadi BTPN 1986, bergabung dengan SMBC 2019
- IPO: 12 Maret 2008
- Sektor: Keuangan
- Industri: Perbankan
- Alamat Kantor Pusat: Menara BTPN, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
- Situs Web: https://www.btpn.com
Struktur Kepemilikan
- SMBC Group (Sumitomo Mitsui Financial Group): 91,05%
- Publik & Institusi Lain: 8,95%
Dewan Komisaris & Direksi
Susunan teranyar mengikuti akuisisi SMBC. Informasi lengkap tersedia di situs SMBC Indonesia.
Bisnis & Layanan Utama
- Segmen pensiunan & mikro (termasuk kredit mikro, produktif)
- Layanan digital: Jenius – mobile banking inovatif
- Korporasi & wealth management
- Bancassurance, deposito, dan layanan treasury
Hasil Kinerja & Rasio Keuangan
Kinerja 2023
- Laba Bersih: Rp 2,35 triliun, turun 24% YoY
- Pendapatan Bunga Bersih: Rp 12,04 triliun (+3%)
- NIM: 6,45% (2023) dari 6,32%
- Penyaluran Kredit: Rp 156,6 triliun (+7%)
- NPL Gross: 1,36%, turun dari 1,43% dan lebih baik dari industri (~2,2%)
- Rasio CASA: naik dari 35% ke 40,8%
- Rasio CAR: 29,9%, LCR: 199,7%, NSFR: 113,8%
Kuartal I 2025
- Laba Bersih: Rp 634 miliar (+1,7% YoY)
- ROA: 0,53%
Rasio & Valuasi
- P/E Ratio: ~9,4×
- P/BV: ~1,9×
- ROE: ~5,5%, ROA: ~1,2%
- Dividend Yield: 1,97% (TTM) vs rata-rata bank kecil ~3,55%
Rekomendasi
BTPN/SMBC Indonesia memiliki keunggulan kuat di segmen pensiunan dan digital lewat Jenius. Dengan NIM tinggi (6,45%), rasio likuiditas dan solvabilitas yang sehat, serta dukungan SMBC, bank ini cukup menarik. Namun, ROE relatif rendah, valuasi moderat, dan yield belum tinggi (~2%) membuatnya lebih cocok untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan niche segmen daripada dividen besar.
Kesimpulan
Bank BTPN tampil sebagai institusi kuat dengan portofolio nasabah yang stabil (pensiunan & mikro), layanan digital inovatif, dan kapabilitas bank internasional. Untuk portofolio perbankan, BTPN menawarkan kombinasi profil defensif dan potensi pertumbuhan digital, meski investor perlu yakin dengan strategi kemenangan segmennya.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif berdasarkan data publik & laporan resmi. Keuangan dapat berubah—sumber utama: laporan BTPN/SMBC Indonesia dan BEI.








