Kalau kamu baru belajar saham, mungkin pernah dengar istilah saham growth dan saham dividen. Kedua jenis saham ini sama-sama bisa memberi keuntungan, tapi cara kerjanya berbeda, dan cocok untuk tujuan investasi yang berbeda juga.
Di artikel ini, kita akan bahas tuntas perbedaan saham growth dan saham dividen, kelebihan dan kekurangannya, serta siapa yang cocok berinvestasi di masing-masing jenis saham ini. Cocok banget buat kamu yang masih pemula dan ingin membangun strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan.
1. Apa Itu Saham Growth?
Saham growth (saham pertumbuhan) adalah saham dari perusahaan yang sedang tumbuh pesat dan punya potensi naik signifikan di masa depan. Perusahaan ini biasanya:
- Fokus pada ekspansi dan pengembangan bisnis
- Jarang atau tidak membagikan dividen
- Memilih menggunakan laba untuk reinvestasi agar tumbuh lebih cepat
Contoh: Perusahaan teknologi, startup besar, atau sektor-sektor yang sedang berkembang cepat (seperti energi terbarukan, e-commerce, digital banking).
Tujuan utama beli saham growth adalah: dapat keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) di masa depan.
2. Apa Itu Saham Dividen?
Saham dividen adalah saham dari perusahaan yang secara rutin membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Biasanya perusahaan ini:
- Sudah mapan dan stabil
- Punya pendapatan dan laba yang konsisten
- Kurang agresif dalam ekspansi, tapi rajin berbagi laba
Contoh: Perusahaan konsumer besar, perbankan mapan, perusahaan infrastruktur, atau perusahaan utilitas.
Tujuan utama beli saham dividen adalah: dapat penghasilan rutin dalam bentuk dividen tunai, selain dari potensi naiknya harga saham.
3. Perbandingan Growth vs Dividen
| Kriteria | Saham Growth | Saham Dividen |
|---|---|---|
| Tujuan | Capital gain jangka panjang | Penghasilan rutin (dividen) + capital gain |
| Pembagian Dividen | Jarang atau tidak ada | Rutin, bahkan setiap tahun |
| Risiko | Lebih tinggi, karena fluktuatif | Relatif lebih stabil |
| Contoh Saham | BUKA, GOTO, MCAS | BBCA, TLKM, UNVR, HMSP |
| Cocok untuk | Investor agresif jangka panjang | Investor yang ingin penghasilan rutin |
4. Mana yang Lebih Menguntungkan?
Jawabannya tergantung pada:
- Tujuan investasimu: Mau penghasilan rutin atau pertumbuhan modal besar?
- Tingkat toleransi risiko: Berani ambil risiko tinggi demi potensi besar, atau lebih suka yang stabil?
- Waktu investasi: Jangka panjang agresif atau butuh penghasilan dalam waktu dekat?
Saham growth bisa kasih cuan besar, tapi butuh waktu dan tahan terhadap fluktuasi harga. Sedangkan saham dividen cocok untuk kamu yang ingin dapat uang tunai rutin, terutama untuk dana pensiun atau kebutuhan jangka menengah.
5. Apakah Bisa Gabung Keduanya?
Tentu saja bisa! Banyak investor cerdas memilih untuk kombinasi saham growth dan dividen agar portofolionya seimbang:
- Saham growth untuk pertumbuhan nilai aset
- Saham dividen untuk arus kas rutin
Strategi kombinasi ini cocok untuk investor pemula yang ingin tetap berkembang sambil tetap dapat “uang jajan” dari dividen.
6. Tips Memilih Saham Growth dan Dividen
a. Tips Memilih Saham Growth
- Lihat pertumbuhan pendapatan dan laba dari tahun ke tahun
- Perhatikan inovasi dan potensi pasar perusahaan
- Jangan tergoda hype — tetap lihat fundamentalnya
b. Tips Memilih Saham Dividen
- Cari dividend yield yang stabil (jangan asal tinggi)
- Lihat sejarah konsistensi pembayaran dividen
- Pilih perusahaan dengan laba stabil dan sehat
Kesimpulan
Saham growth dan saham dividen adalah dua pendekatan berbeda dalam berinvestasi saham. Tidak ada yang benar atau salah — semua tergantung pada tujuan dan profil risiko kamu sebagai investor.
Kalau kamu masih muda dan siap ambil risiko, saham growth bisa jadi pilihan menarik. Tapi kalau kamu ingin penghasilan rutin, misalnya untuk tambahan gaji atau persiapan pensiun, saham dividen lebih cocok.
Yang terbaik? Gabungkan keduanya secara seimbang!
Yuk terus belajar di PundiPundi, biar makin paham, makin untung, dan makin siap jadi investor cerdas!








