Kalau kamu berpikir satu-satunya cara dapat untung dari saham adalah menunggu harga naik, kamu belum kenal dividen.
Dividen adalah salah satu bentuk penghasilan pasif dari saham. Dengan memiliki saham perusahaan tertentu, kamu bisa dapat bagian dari keuntungan perusahaan itu — tanpa harus jual sahamnya.
Di artikel ini, kita akan bahas secara lengkap dan gampang dipahami: apa itu dividen, bagaimana cara kerjanya, jenis-jenis dividen, dan cara mendapatkannya. Yuk kita mulai!
1. Apa Itu Dividen?
Dividen adalah pembagian laba atau keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Jadi kalau kamu punya saham di perusahaan itu, kamu juga dapat bagian dari keuntungannya.
Analoginya: Bayangkan kamu punya 1% dari sebuah warung kopi yang untung Rp10 juta per bulan. Maka kamu dapat Rp100.000 per bulan. Begitu juga dengan saham — kamu “ikut punya” perusahaan dan dapat bagian untungnya.
2. Dari Mana Asalnya Uang Dividen?
Dividen berasal dari laba bersih perusahaan. Setelah perusahaan bayar pajak, gaji, operasional, dan lainnya, sisa labanya bisa dibagikan ke pemegang saham.
Namun tidak semua perusahaan wajib membagikan dividen. Tergantung keputusan rapat pemegang saham (RUPS). Perusahaan bisa:
- Bagikan seluruh laba sebagai dividen
- Bagikan sebagian, sisanya untuk ekspansi
- Tidak membagikan sama sekali (biasanya untuk perusahaan yang sedang tumbuh)
3. Jenis-Jenis Dividen
Di pasar saham, ada beberapa bentuk dividen yang umum diberikan:
a. Dividen Tunai (Cash Dividend)
Ini yang paling umum. Kamu akan menerima uang tunai yang langsung masuk ke rekening dana investor kamu di sekuritas.
Contoh: Kamu punya 1.000 lembar saham dan perusahaan membagikan Rp100 per lembar. Maka kamu akan terima Rp100.000.
b. Dividen Saham (Stock Dividend)
Alih-alih uang tunai, kamu akan mendapatkan saham tambahan. Misalnya dapat 1 saham gratis untuk setiap 10 saham yang kamu miliki.
Dividen saham membuat jumlah saham kamu bertambah, tapi harga per lembar saham akan menyesuaikan (turun), sehingga nilai totalnya biasanya tetap sama.
c. Dividen Interim
Dividen yang dibagikan sebelum tahun buku perusahaan berakhir. Biasanya diberikan jika perusahaan sudah untung cukup besar di tengah tahun dan ingin berbagi duluan.
d. Dividen Final
Dividen yang dibagikan setelah laporan keuangan akhir tahun keluar, dan disetujui di RUPS. Ini yang paling umum dan besarannya biasanya lebih besar dari dividen interim.
4. Siapa yang Berhak Mendapatkan Dividen?
Untuk dapat dividen, kamu harus punya saham perusahaan tersebut sebelum tanggal tertentu, yaitu:
- Recording date: tanggal di mana perusahaan mencatat siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen.
- Cum date (cumulative date): hari terakhir kamu bisa beli saham agar tercatat dapat dividen. Beli setelah tanggal ini, kamu tidak dapat dividen.
Contoh: Kalau cum date saham PT ABC adalah 10 Mei, kamu harus beli sahamnya paling lambat tanggal itu. Kalau beli 11 Mei, kamu tidak akan dapat dividen tahun ini.
5. Kapan Dividen Dibayarkan?
Setelah cum date, biasanya butuh waktu beberapa hari sampai dividen masuk ke rekening. Kamu akan terima notifikasi dari sekuritas jika dividen sudah dibayarkan.
Proses ini bisa makan waktu 1–2 minggu tergantung kebijakan perusahaan.
6. Daftar Saham yang Sering Bagi Dividen
Berikut beberapa contoh saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang dikenal rajin membagikan dividen:
- UNVR – Unilever Indonesia
- BBCA – Bank Central Asia
- TLKM – Telkom Indonesia
- ICBP – Indofood CBP
- HMSP – HM Sampoerna
Perusahaan-perusahaan ini cenderung sudah mapan, punya cash flow bagus, dan rutin membagikan dividen setiap tahun.
7. Strategi Dapat Cuan dari Dividen
Beberapa investor memang khusus berburu saham yang rajin bagi dividen. Strategi ini dikenal dengan sebutan dividend investing. Cocok untuk kamu yang ingin penghasilan pasif rutin.
Tips strategi:
- Cari saham dengan dividend yield yang tinggi tapi stabil (misal di atas 4–6% per tahun)
- Pastikan perusahaan tetap tumbuh dan tidak cuma “dibagi dividen besar tapi bisnisnya stagnan”
- Gunakan dividen untuk reinvestasi agar makin cepat berkembang
8. Apakah Dividen Kena Pajak?
Ya, dividen yang kamu terima dari saham di Indonesia kena pajak final 10%. Tapi jangan khawatir, biasanya pajak ini sudah dipotong otomatis oleh perusahaan sebelum kamu terima dividen di rekening.
Contoh: Kamu seharusnya terima Rp100.000, maka kamu akan terima Rp90.000 karena sudah dipotong pajak.
Kesimpulan
Dividen adalah bonus yang kamu dapat dari kepemilikan saham — penghasilan pasif yang bisa kamu nikmati sambil tidur. Tapi tidak semua saham memberikan dividen, jadi pastikan kamu tahu profil perusahaan yang kamu beli.
Kalau tujuan kamu adalah penghasilan rutin, strategi investasi dividen bisa jadi pilihan menarik. Dan yang paling penting, pastikan kamu beli saham bukan hanya karena “akan dapat dividen”, tapi karena bisnisnya bagus dan jangka panjangnya cerah.
Di artikel berikutnya, kita akan bahas: “Perbedaan Saham Growth dan Saham Dividen: Cocoknya Buat Siapa?” — supaya kamu bisa memilih saham sesuai dengan tujuan dan gaya investasimu.
Terus belajar bareng PundiPundi ya, biar makin paham, makin cuan, dan makin percaya diri investasi di saham!








