Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham? Penjelasan Lengkap dengan Bahasa Sederhana untuk Pemula

Pundi Pundi

05/14/2025

3
Min Read
a graph on a computer screen

Setelah tahu apa itu saham, langkah selanjutnya adalah memahami bagaimana cara kerja investasi saham. Ini penting supaya kamu nggak sekadar ikut-ikutan beli saham tanpa tahu cara mainnya. Artikel ini akan membahas prosesnya secara sederhana, mulai dari beli saham sampai kamu bisa dapat untung atau rugi.

1. Membeli Saham = Menjadi Pemilik Perusahaan

Saat kamu membeli saham, kamu sedang membeli “sepotong kecil” dari perusahaan tersebut. Misalnya kamu beli saham PT Telkom Indonesia (TLKM), maka kamu jadi pemilik (walau kecil) dari perusahaan Telkom.

Saham-saham perusahaan yang sudah go public (terbuka untuk umum) bisa dibeli di pasar saham melalui aplikasi sekuritas. Jadi kamu tidak beli langsung ke perusahaan, tapi lewat pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli saham.

2. Harga Saham Naik Turun Setiap Hari

Setelah kamu beli saham, harganya bisa naik atau turun tergantung banyak faktor, seperti:

  • Kinerja perusahaan (untung atau rugi)
  • Kondisi ekonomi Indonesia dan dunia
  • Berita atau sentimen pasar
  • Permintaan dan penawaran saham di pasar

Contoh sederhana: kamu beli saham seharga Rp1.000. Kalau besok harganya naik jadi Rp1.200, kamu untung Rp200 per lembar saham. Tapi kalau harganya turun jadi Rp900, kamu rugi Rp100 jika kamu jual saat itu juga.

3. Dapat Keuntungan dari Saham: Capital Gain dan Dividen

Investor saham bisa dapat keuntungan dari dua hal:

a. Capital Gain

Keuntungan dari kenaikan harga saham. Kamu beli saat murah, lalu jual saat mahal.

Contoh: Beli 100 lembar saham seharga Rp1.000 = Rp100.000.
Saat harga naik jadi Rp1.500, kamu jual. Total jadi Rp150.000.
Untung Rp50.000 = capital gain.

b. Dividen

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham, biasanya sekali setahun. Tapi tidak semua perusahaan membagikan dividen setiap tahun. Ada yang memilih untuk menyimpan laba demi ekspansi usaha.

4. Proses Jual Beli Saham

Untuk bisa untung dari saham, kamu harus tahu kapan saat yang tepat untuk beli dan kapan harus jual. Ini disebut dengan strategi investasi. Ada dua tipe utama:

  • Investor: beli dan simpan saham untuk jangka panjang (tahunan)
  • Trader: beli dan jual saham dalam waktu singkat (harian atau mingguan)

Untuk pemula, lebih disarankan menjadi investor dulu. Trading butuh ilmu dan waktu yang lebih intensif.

5. Bagaimana Kamu Bisa Rugi?

Rugi bisa terjadi kalau kamu jual saham saat harganya lebih rendah dari harga beli. Misalnya:

Beli saham seharga Rp1.000, tapi karena panik saat harga turun jadi Rp800, kamu jual.
Hasilnya: rugi Rp200 per lembar. Ini disebut cut loss.

Makanya penting untuk tidak terburu-buru jual hanya karena harga turun. Pelajari dulu kondisi perusahaan dan alasan penurunan harga.

6. Peran Sekuritas dan Aplikasi Saham

Untuk bisa beli saham, kamu harus daftar di perusahaan sekuritas (broker) yang jadi perantara antara kamu dan Bursa Efek Indonesia. Sekarang banyak aplikasi saham yang ramah pemula, seperti:

  • Bibit (sudah punya fitur saham)
  • Stockbit (terhubung dengan Sinarmas Sekuritas)
  • Ajaib, BIONS, IPOT, dan lainnya

Setelah daftar, kamu bisa top up dana, lalu mulai beli saham langsung dari aplikasi.

Kesimpulan

Cara kerja investasi saham cukup sederhana: kamu beli sebagian kecil kepemilikan perusahaan (saham), lalu tunggu nilainya naik atau dapat dividen. Tapi agar hasilnya maksimal, kamu perlu strategi, kesabaran, dan ilmu.

Di artikel selanjutnya, kita akan bahas lebih dalam soal kenapa banyak orang tertarik investasi saham, dan apakah cocok untuk kamu?

PundiPundi.com akan terus bantu kamu belajar saham dari nol, tanpa ribet!

Related Post