Banyak orang tertarik investasi reksa dana karena praktis dan tidak perlu repot mengelola sendiri. Tapi, tahukah kamu kalau di balik kemudahan itu, ada beberapa biaya yang perlu kamu pahami?
Jangan khawatir, biaya ini wajar dan memang digunakan untuk operasional manajer investasi dan pihak-pihak terkait. Tapi sebagai investor, penting untuk tahu agar kamu bisa menghitung potensi hasil dengan lebih akurat.
Mengapa Harus Tahu Biaya Reksa Dana?
Biaya dalam reksa dana bisa memengaruhi hasil investasimu. Semakin besar biayanya, semakin berkurang imbal hasil bersih yang kamu terima. Makanya, kamu perlu tahu apa saja jenis biaya yang ada dan bagaimana pengaruhnya ke investasimu.
Jenis-Jenis Biaya dalam Reksa Dana
1. Biaya Pembelian (Subscription Fee)
Ini adalah biaya yang dikenakan saat kamu membeli unit reksa dana. Besarnya biasanya antara 0% sampai 2% dari total pembelian. Ada juga produk reksa dana yang menawarkan gratis biaya pembelian (0%).
Contoh: Jika kamu membeli reksa dana senilai Rp1.000.000 dan biaya pembeliannya 1%, maka Rp10.000 akan dipotong sebagai biaya. Jadi dana yang benar-benar diinvestasikan adalah Rp990.000.
2. Biaya Penjualan (Redemption Fee)
Biaya ini dikenakan saat kamu menjual (mencairkan) unit reksa dana. Tujuannya untuk mencegah investor keluar terlalu cepat. Biasanya, biaya ini semakin kecil jika kamu menahan lebih lama.
Misalnya:
– Jual dalam 1 bulan: 2%
– Jual dalam 6 bulan: 1%
– Jual setelah 1 tahun: 0%
Tips: Cek prospektus atau info produk, karena ada juga reksa dana yang tidak mengenakan biaya penjualan.
3. Biaya Pengelolaan (Management Fee)
Ini adalah biaya yang dibebankan oleh manajer investasi untuk mengelola dana kamu. Besarnya bervariasi, biasanya antara 1% hingga 3% per tahun, dan sudah otomatis dipotong dari Nilai Aktiva Bersih (NAB).
Kamu tidak membayar langsung, tapi biaya ini mengurangi pertumbuhan nilai reksa dana. Jadi hasil investasi yang kamu lihat di grafik sudah bersih dari biaya ini.
4. Biaya Kustodian
Kustodian adalah pihak yang menyimpan dan mengamankan dana serta dokumen investasi. Mereka juga bertanggung jawab atas administrasi transaksi reksa dana. Biaya ini juga sudah otomatis dihitung dalam NAB.
Biasanya, biaya ini berkisar antara 0,05% hingga 0,2% per tahun.
Apakah Semua Biaya Harus Dibayar Langsung?
Tidak semuanya. Biaya seperti subscription dan redemption fee memang dipotong langsung dari dana kamu saat transaksi. Tapi biaya pengelolaan dan kustodian biasanya sudah otomatis diperhitungkan dalam kinerja NAB reksa dana. Jadi kamu tidak perlu transfer terpisah untuk itu.
Cara Mengetahui Biaya Reksa Dana
Untuk tahu rincian biaya, kamu bisa melihat:
- Prospektus reksa dana (dokumen resmi yang menjelaskan produk)
- Fund Fact Sheet bulanan yang diterbitkan manajer investasi
- Informasi di aplikasi/platform jual beli reksa dana
Tips Memilih Reksa Dana Berdasarkan Biaya
- Jangan langsung pilih yang gratis biaya beli/jual — lihat juga kinerjanya.
- Bandingkan biaya antar produk dalam jenis reksa dana yang sama.
- Perhatikan biaya jika kamu berencana mencairkan dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Biaya dalam reksa dana adalah hal wajar dan digunakan untuk operasional yang mendukung pengelolaan dana kamu. Tapi sebagai investor yang cerdas, kamu perlu tahu jenis-jenis biayanya agar bisa menghitung potensi hasil dengan lebih bijak.
Jangan asal pilih yang gratis biaya—lihat juga performa dan strategi investasimu. Dengan pemahaman biaya yang baik, kamu bisa lebih percaya diri dan tenang dalam berinvestasi.
Sudah tahu biaya-biayanya? Yuk, teruskan perjalanan investasimu dengan cerdas dan tenang bersama PundiPundi!








