Banyak orang tertarik investasi reksa dana karena terlihat mudah dan murah. Tapi jangan lupa, seperti produk keuangan lainnya, reksa dana juga punya biaya-biaya tertentu yang perlu kamu pahami.
Biaya ini bisa memengaruhi hasil investasi kamu, lho. Jadi, penting banget untuk tahu jenis-jenis biayanya sebelum kamu memulai.
Kenapa Harus Tahu Biaya Reksa Dana?
Biaya dalam reksa dana bisa memengaruhi return bersih yang kamu terima.
Misalnya, jika reksa dana menghasilkan return 10% tapi ada biaya total 2%, maka keuntungan bersih kamu jadi 8%.
Jadi, sebelum memilih produk, pahami dulu biaya-biaya yang dikenakan agar kamu tidak kaget dan bisa menghitung potensi keuntungan secara realistis.
1. Biaya Pembelian (Subscription Fee)
Ini adalah biaya yang dikenakan saat kamu membeli unit reksa dana.
Biasanya dikenakan dalam bentuk persentase dari total pembelian, misalnya 1%–2%.
Contoh:
Kamu beli reksa dana senilai Rp1.000.000 dengan biaya pembelian 2%. Maka biaya yang dipotong = Rp20.000.
Jadi, dana yang benar-benar diinvestasikan adalah Rp980.000.
Catatan: Banyak reksa dana sekarang yang bebas biaya pembelian, terutama jika kamu beli lewat platform digital.
2. Biaya Penjualan (Redemption Fee)
Biaya ini dikenakan saat kamu mencairkan (menjual) reksa dana.
Tujuannya untuk mendorong investor tetap berinvestasi dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Biasanya, biaya ini dikenakan jika kamu mencairkan dana dalam waktu singkat (misalnya kurang dari 1 tahun).
Contoh:
Kamu jual reksa dana senilai Rp5.000.000, dan ada biaya penjualan 1%. Maka kamu akan dikenakan potongan Rp50.000.
Tips: Cek ketentuan masing-masing produk, karena ada juga reksa dana yang tidak mengenakan biaya penjualan.
3. Biaya Pengalihan (Switching Fee)
Jika kamu ingin memindahkan dana dari satu reksa dana ke reksa dana lain di bawah manajer investasi yang sama, kamu mungkin dikenakan biaya switching.
Biayanya bisa tetap (flat fee) atau persentase dari jumlah yang dialihkan. Biasanya berkisar antara Rp25.000 sampai 1%.
4. Biaya Pengelolaan (Management Fee)
Ini adalah biaya yang dibebankan oleh manajer investasi untuk mengelola portofolio kamu.
Biaya ini tidak dipotong langsung dari saldo kamu, tapi sudah dihitung dalam NAB per unit.
Umumnya, biaya pengelolaan berkisar antara 1%–3% per tahun, tergantung jenis reksa dananya.
Artinya: NAB per unit yang kamu lihat setiap hari sudah “bersih” dari biaya ini. Tapi tetap penting untuk tahu, karena bisa memengaruhi return jangka panjang.
5. Biaya Kustodian
Kustodian adalah pihak independen (biasanya bank) yang menyimpan dan mengadministrasikan aset reksa dana.
Biaya ini juga sudah termasuk dalam perhitungan NAB harian.
Umumnya, biaya kustodian lebih kecil dibanding biaya pengelolaan — biasanya sekitar 0,1%–0,25% per tahun.
6. Biaya Lain-Lain
- Biaya audit – Untuk laporan keuangan tahunan reksa dana.
- Biaya pencatatan – Untuk pencatatan di OJK dan media massa.
- Biaya operasional lain – Seperti biaya cetak laporan, surat menyurat, dan distribusi.
Sama seperti dua biaya sebelumnya, semua biaya ini sudah diperhitungkan ke dalam NAB, jadi tidak dipotong langsung dari saldo kamu.
Bagaimana Cara Mengetahui Besaran Biaya Reksa Dana?
Kamu bisa melihat informasi biaya ini di dokumen Prospektus dan Fund Fact Sheet dari masing-masing reksa dana.
Selain itu, platform investasi digital seperti Bibit, Bareksa, atau Ajaib biasanya menampilkan informasi biaya secara transparan.
Tips Meminimalkan Biaya Investasi Reksa Dana
- Pilih reksa dana tanpa biaya pembelian/penjualan (banyak tersedia di aplikasi digital)
- Investasi jangka panjang untuk menghindari potongan biaya penjualan dini
- Bandingkan biaya antar produk sebelum membeli
- Perhatikan management fee — biaya tinggi harus sepadan dengan kinerja
Kesimpulan
Biaya dalam reksa dana memang tak terlihat secara langsung, tapi dampaknya bisa signifikan terhadap hasil investasimu, terutama dalam jangka panjang.
Jadi, sebelum membeli reksa dana, pastikan kamu sudah memahami semua jenis biaya yang berlaku.
Semakin bijak kamu memilih, semakin optimal hasil yang bisa kamu dapatkan!
Ingat: Biaya kecil yang diabaikan bisa jadi potongan besar untuk masa depanmu. Jadi, pastikan kamu tahu ke mana uangmu “mengalir”.








